Pengalaman Menjadi Narasumber

Dua hari itu (14 dan 15 Desember 2009) adalah hari-hari sibuk yang saya lalui. Program Hibah Kompetisi berbasis Institusi (PHK-I), dimana saya menjadi PIC (Personal In Charge) salah satu kegiatan akan mengadakan Workshop dengan tema soft skills dalam proses pembelajaran. Kegiatan saya menjadi lebih sibuk lagi karena di saat yang bersamaan saya harus menyiapkan presentasi / pada workshop tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap kegiatan magang soft skills yang sudah saya lakukan. Hal ini diperparah lagi karena fasilitas ruang yang akan dipergunakan ternyata terbatas. Akhirnya saya terpaksa kerja keras menghubungi unit/orang yang berkompeten dengan hal tersebut. Mulai dari urusan seminar kit, piagam, survey ruangan, pinjam peralatan, menata meja dan kursi agar sesuai dengan forum diskusi, sampai menghubungi petugas kebersihan.

Tibalah saaatnya hari-H itu (15 Desember). Narasumber utama dalam workshop tersebut adalah Prof. Ir. Made Supartha Utama, M.Si, Ph.D (Direktur Eksekutif PHK-I UNUD) dan Prof. Dr. drh. Nyoman Sadra Dharmawan, M.Si. Saya dan dua orang teman lain dari FTP (Pak Surya Wirawan dan Ibu Mahatma Tuningrat) juga menjadi pemakalah (lebih tepatnya sharing) untuk hasil-hasil magang yang sudah dilakukan. Yang membuat saya sedikit agak nervous, forum ini tidak hanya dihadiri oleh  dosen-dosen ketiga PS yang mendapatkan hibah ini (Fisika, TIP dan TEP), tetapi juga perwakilan dosen dari seluruh fakultas yang ada di UNUD. Mereka yang hadir sebagian besar adalah para senior yang tentunya lebih tahu dalam hal ini, bahkan mungkin mereka sudah sering menerapkannya atau malah lebih baik dari yang saya dapatkan di Fisika UGM

Kedua narasumber utama pada prinsipnya menegaskan pentingnya integrasi soft skill dalam proses pembelajaran dan dalam dunia kerja. Dua hal ini sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi, demikian ungkap beliau-beliau ini dengan penuh semangat …!!! Tiba giliran saya dengan dua orang teman tadi, dag dig dug juga nih !! Saya paparkan hal-hal yang saya dapatkan selama magang di PS Fisika FMIPA UGM. Saya jelaskan mulai dari kurikulum yang mereka punya, implementasi soft skills dalam proses pembelajaran sampai detil pelaksanaannya terutama praktek-praktek baik (good pratices) dalam beberapa mata kuliah. Presentasi saya akhiri dengan rekomendasi hal-hal yang bisa dilakukan di jurusan atau di UNUD sendiri dan prinsip utama dalam dalam pengembangan soft skills. Saya katakan prinsipnya hanyalah 3M, mulai dari diri sendiri, mulai dari sekarang dan mulai dari hal-hal kecil. Pada saat terakhir, saya sempat melontarkan sebuah joke tentang perubahan paradigma yang harus dilakukan dalam hubungan dosen dan mahasiswa.  Saya katakan, “kalau paradigma lama hubungan dosen-mahasiswa itu seperti aturan opspek yang hanya terdiri dari dua pasal”. Pasal 1 : dosen tidak pernah salah. Pasal 2 : jika dosen salah, kembali ke pasal 1. “Paradigma ini harus dihapus”, teriak saya lantang. Setelah paparan dari saya dan kedua teman, selanjutnya diakhiri dengan sesi tanya jawab. Workshop yang berlangsung dari jam 09.00 – 14.00 WITA tersebut akhirnya berjalan sukses dan saya bisa bernafas lega, karena tugas saya sebagai panitia dan narasumber selesai sudah. Semua beban dari salah satu tugas akhirnya telah terlaksana. Saya pulang dengan santai seraya sekali-sekali berujar dalam hati… ternyata barusan saya jadi narasumber ya!!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: