Policy Study Jurusan Fisika UNUD

Untuk rekan-rekan alumni Jurusan Fisika FMIPA UNUD, kita rencananya akan mengadakan policy study dalam rangka kegiatan Program Hibah Kompetisi Berbasis Institusi (PHK-I) dan penyusunan borang program studi sekaligus untuk memperbaiki / memutakhirkan database alumni yang ada . Untuk itu saya mewakili Jurusan minta tolong dengan hormat pada rekan-rekan untuk mengisi kuesioner yang bisa didownload di sini. Kuesioner ini telah dimodifikasi dan sedikit berbeda dengan kuesioner yang telah saya share beberapa waktu lalu. Kita juga menugaskan beberapa mahasiswa untuk melacak rekan-rekan yang lain. Untuk pertanyaan tertutup (berupa pilihan/skala), silahkan memberi warna yang berbeda pada setiap pilihan. Kalau sudah diisi silahkan attack ke e-mail saya : idy_sadeva@yahoo.com dengan format subject Nama Lengkap spasi Tahun Angkatan (contoh : Putu Widyatmika 89). Bagi yang tidak berkenan mengirimkan lewat e-mail, saya akan mengirimkan lewat pos dengan catatan alamat rekan2 harus jelas. Jika butuh informasi lebih lanjut, bisa menghubungi saya di blog ini atau lewat telepon/alamat yang ada di halaman about me. Saya harap rekan-rekan dapat membantu pengisian kuesioner ini dan menyebarkan berita kepada rekan-rekan yang lain yang belum mengetahuinya demi almamater kita tercinta. Terima kasih.

Tugas Kuliah Komunikasi Data

Bagi mahasiswa STMIK Denpasar yang mengambil mata kuliah Komunikasi Data, syarat dan ketentuan untuk tugas kelompok bisa didownload di sini. Terima kasih.

Bencana Ultraviolet (Ultraviolet Catastrophe)

Dalam fisika, bencana ultraviolet (ultraviolet catastrophe), yang disebut juga “bencana Rayleigh-Jeans”, adalah peramalan klasik, yang dibuat pada akhir abad ke-19, bahwa benda hitam ideal pada kesetimbangan termal akan memancarkan radiasi dengan daya tak hingga. Walaupun ramalan ini terbukti salah berdasarkan pengamatan, ramalan ini merupakan tanda-tanda awal adanya masalah pada fisika klasik. Pada tahun 1900, pemecahan Max Planck terhadap masalah ini bermuara pada bagian-bagian awal mekanika kuantum.

UV Catastrophe

UV Catastrophe

Kita dapat melihat berbagai benda karena cahaya yang mereka pantulkan. Pada suhu ruang, radiasi termal ini paling banyak terdapat dalam daerah spektrum inframerah pada daerah dimana mata kita tidak lagi peka. Bila benda tersebut kita panasi, mereka akan mulai memancarkan cahaya tampak. Sebagai contoh, sepotong logam yang dipanaskan mula-mula tampak memijar dengan memancarkan warna merah tua dan jika terus dipanaskan warnanya berangsur berubah menjadi semakin kuning. Radiasi yang dipancarkan benda biasa tidak hanya bergantung pada suhu, tetapi juga sifat-sifat lainnya seperti permukaan dan materi penyusunnya. Radiasinya bergantung juga pada apakah ia memantulkan atau tidak memantulkan radiasi dari lingkungan sekitar yang jatuh padanya.

Tinjau suatu benda dengan seluruh permukaannya hitam. Jika benda seluruhnya hitam, maka benda tersebut tidak akan memantulkan radiasi yang mengenainya. Kita generalisasi lagi obyek tersebut sebagai benda hitam khusus (cavity) seperti sebuah kotak logam dengan lubang kecil di salah satu sisinya. Perhitungan klasik dari energi radiant yang terpancar pada setiap panjang gelombang ini akan menghasilkan sebuah perumusan yang dikenal dengan rumus Rayleigh-Jeans. Jika dibandingkan hasil perumusan ini (terlihat pada gambar dengan warna biru) terhadap data hasil percobaan (warna merah) akan terdapat perbedaan yang mendasar. Intensitas radiant yang dihitung dengan menggunakan perumusan Rayleigh-Jeans tampak menghampiri data percobaan untuk daerah panjang gelombang yang panjang. Akan tetapi pada daerah panjang gelombang pendek, teori klasik ini sama sekali gagal. Kegagalan hukum Rayleigh-Jeans pada daerah panjang gelombang pendek ini disebut bencana ultraviolet.

Fisikawan yang memberikan interpretasi dengan benar mengenai radiasi termal adalah Max Planck (1858-1947). Planck mengemukakan bahwa osilasi atom hanya dapat menyerap atau memancarkan kembali energi dalam bentuk paket (kuanta). Dalam teori Planck, setiap osilator bisa memancarkan atau menyerap enrgi hanya dalam kuantitas perkalian integer dari energi ε. Ramalan ini disebut bencana ultraungu karena radiasi ultraungu memiliki frekuensi tertinggi dari semua radiasi yang dikenal pada saat itu (sinar-X dan sinar gama belum ditemukan). Sejak munculnya istilah ini, istilah yang sama digunakan juga untuk sifat yang mirip, misalnya dalam elektrodinamika kuantum (yang disebut juga: divergensi ultraungu).